Bojonegoro — Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan Rapat Pleno Pelaporan PDDIKTI dan Evaluasi Mutu pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Smartclass UNUGIRI sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Rapat pleno tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan di setiap unit kerja, termasuk Rektor, para Wakil Rektor, serta jajaran pimpinan fakultas dan lembaga. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan pelaporan data akademik berjalan secara akurat, transparan, dan akuntabel sesuai dengan standar Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Dalam forum tersebut, LPM memaparkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaporan PDDIKTI di masing-masing unit, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi. Selain itu, dibahas pula strategi peningkatan mutu berbasis data sebagai langkah konkret dalam mendukung akreditasi dan peningkatan daya saing institusi.
Rektor UNUGIRI KH. M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antarunit dalam menjaga kualitas data dan mutu pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pelaporan PDDIKTI bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan strategis di tingkat universitas.
Melalui rapat pleno ini, diharapkan seluruh unit kerja dapat meningkatkan koordinasi dan konsistensi dalam pelaporan data serta pelaksanaan evaluasi mutu secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bersama untuk mendorong UNUGIRI menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Bojonegoro — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri telah melaksanakan kegiatan pendampingan Asesmen Lapangan (AL) untuk Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) pada tanggal 19–20 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses akreditasi program studi guna menjamin mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim LPM UNUGIRI untuk memastikan seluruh instrumen, dokumen, serta pelaksanaan asesmen berjalan sesuai standar yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan. Seluruh civitas akademika PGMI turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Asesmen Lapangan ini menghadirkan dua asesor dari LAMDIK, yaitu Dr. Heri Maria Zulfiati, S.Pd., M.Pd., MCE., MCF. dan Prof. Dr. Sri Marmoah, S.Pd., M.Pd.. Keduanya melakukan verifikasi dan validasi terhadap data serta informasi yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi, sekaligus memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas program studi.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar, meliputi sesi pembukaan, pemaparan profil program studi, wawancara dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna lulusan. Selain itu, asesor juga melakukan peninjauan terhadap sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Ketua LPM UNUGIRI Dr. Saepul Anwal, M.Fil.I menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan PGMI. Diharapkan melalui proses asesmen ini, Program Studi PGMI UNUGIRI dapat memperoleh hasil akreditasi yang unggul dan semakin berkontribusi dalam mencetak guru madrasah yang profesional dan berdaya saing.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, UNUGIRI kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terus berupaya meningkatkan kualitas akademik serta tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan.
unugiri.ac.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro resmi membuka Audit Surveillance Sistem Manajemen Mutu Pendidikan ISO 21001:2018, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektorat, direktur, dekan, ketua program studi, hingga kepala pusat, serta dibimbing langsung oleh auditor dari PT Sakti Indonesia, Wasis Swo Leksana dan Oke Oktavianty.
Audit ini merupakan kelanjutan dari Refreshment Pra Surveillance ISO 21001:2018 yang digelar pada Senin (26/1/2026) untuk memperkuat pemahaman seluruh unit kerja terhadap penerapan sistem manajemen mutu.
Wakil Rektor Bidang Kelembagaan Alumni dan Sumber Daya Yogi Prana Izza, menyampaikan bahwa audit surveillance ISO 21001:2018 melibatkan auditor dari PT Sakti Indonesia dan auditee berupa seluruh unit kerja di lingkungan UNUGIRI, dengan tujuan memastikan tata kelola pendidikan berjalan efektif dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan.
“Pelaksanaan audit surveillance ISO 21001:2018 ini merupakan wujud komitmen UNUGIRI Bojonegoro dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kami berharap seluruh unit kerja dapat mengikuti proses audit. Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan standar administratif, tetapi kesempatan untuk memastikan tata kelola pendidikan semakin efektif, dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan,” ujarnya.
Tekankan Implementasi Mutu di Lapangan
Sementara itu, Saeful Anwar, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNUGIRI, menambahkan bahwa audit ini merupakan tindak lanjut dari persiapan sebelumnya, termasuk refreshment pra surveillance, dengan tujuan memastikan Sistem Manajemen Mutu Pendidikan diterapkan secara nyata dalam praktik akademik dan nonakademik.
“Audit ini menjadi tindak lanjut dari persiapan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk kegiatan refreshment pra surveillance. Tujuanya memastikan Sistem Manajemen Mutu Pendidikan tidak hanya ada di dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik akademik maupun nonakademik. Kami berharap seluruh unit kerja menunjukkan konsistensi dan komitmen terhadap mutu, sehingga UNUGIRI terus mampu memberikan layanan pendidikan yang unggul,” ujar Kepala LPM.
Wasis Swo Leksana, auditor dari PT Sakti Indonesia, bahwa ISO 21001:2018 berfungsi sebagai alat manajemen pendidikan untuk mengintegrasikan proses akademik dan nonakademik secara konsisten, serta menilai penerapan sistem manajemen mutu UNUGIRI dalam praktik sehari-hari dan tindak lanjut audit sebelumnya.
“ISO 21001:2018 merupakan alat manajemen pendidikan yang membantu institusi mengintegrasikan proses akademik dan nonakademik secara konsisten. Dalam audit ini, kami menilai bagaimana UNUGIRI menerapkan sistem manajemen mutu dalam praktik sehari-hari, serta sejauh mana tindak lanjut hasil audit sebelumnya telah dilaksanakan,” pungkasnya.
Audit surveillance ISO 21001:2018 bertujuan memastikan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) berjalan efektif, mengevaluasi tindak lanjut hasil audit sebelumnya, dan mencegah pengulangan temuan. Dengan pelaksanaan audit ini, UNUGIRI menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola institusi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
unugiri Bojonegoro.ac.id – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Rektorat UNUGIRI lantai 3 dan diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNUGIRI.
RTM dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan Audit Mutu Internal (AMI), serta menjadi forum strategis untuk menelaah capaian mutu, mengevaluasi temuan audit, dan merumuskan langkah perbaikan serta peningkatan mutu di tingkat institusi maupun program studi.
Pelaksanaan RTM diawali dengan seminar sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang resmi diundangkan pada 2 September 2025 dan menggantikan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023.
Seminar ini menjadi penguatan konseptual bagi pimpinan dan pengelola akademik UNUGIRI dalam menyelaraskan hasil RTM dengan kebijakan penjaminan mutu terbaru yang ditetapkan pemerintah.
Rapat Tinjauan Manajemen ini dihadiri oleh unsur pimpinan di lingkungan UNUGIRI Bojonegoro, meliputi Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP), jajaran rektorat, para Direktur Direktorat, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, Dekan, Kepala Bidang, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Pusat, hingga Kepala Staf.
Rektor Tekankan RTM sebagai Instrumen Penguatan Mutu
Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., menegaskan bahwa RTM merupakan bagian penting dalam memastikan penjaminan mutu berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.
“Penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama. Rapat Tinjauan Manajemen ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan mutu, serta menyiapkan langkah strategis dalam merespons kebijakan baru penjaminan mutu pendidikan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan institusi dan konsistensi dalam menindaklanjuti hasil audit menjadi kunci agar tata kelola akademik tetap sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.
Ketua BPP Dorong Tindak Lanjut Hasil RTM Secara Nyata
Sementara itu, Ketua BPP UNUGIRI, Drs. H. Saifuddin Idris, M.M., menekankan bahwa RTM tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus menghasilkan keputusan strategis yang berdampak pada peningkatan mutu.
“Perguruan tinggi dituntut untuk terus menjaga mutu. Melalui RTM ini, mari kita bahas secara serius bagaimana luaran, proses, dan tata kelola perguruan tinggi dikelola dengan sebaik-baiknya, termasuk kesesuaian program dengan kompetensi yang mengacu pada sembilan kompetensi utama,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar hasil RTM ditindaklanjuti melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk kemungkinan pelaksanaan diklat sistem penjaminan mutu.
Sebagai penguatan substansi RTM, kegiatan ini turut menghadirkan Prof. Dr. Lucianan Spica Almilia, S.E., M.Si., Fasilitator Wilayah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) LLDIKTI Wilayah VII. Ia menjelaskan bahwa Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 membawa perubahan substansial yang perlu menjadi perhatian dalam tindak lanjut RTM.
unugiri.ac.id Bojonegoro – Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi resmi diundangkan pada 2 September 2025 dan mulai berlaku menggantikan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 sebagai dasar penyelenggaraan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Menyikapi pemberlakuan regulasi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar seminar sosialisasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 pada Senin (15/12/2025), di Gedung Rektorat UNUGIRI lantai 3.
Seminar sosialisasi ini dihadiri oleh unsur pimpinan di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, meliputi Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, jajaran rektorat, para Direktur Direktorat, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, Dekan, Kepala Bidang, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Pusat, Kepala Staf.
Rektor Tekankan Penjaminan Mutu sebagai Tanggung Jawab Bersama
Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur perguruan tinggi.
“Penjaminan mutu telah kita lakukan bersama-sama dengan baik. Melalui kegiatan ini, kita berharap pemahaman sivitas akademika terhadap sistem penjaminan mutu semakin meningkat, terutama dalam merespons kebijakan baru yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Rektor menambahkan bahwa kesamaan persepsi dan kesiapan institusi menjadi kunci dalam mengimplementasikan regulasi baru agar tata kelola akademik tetap sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.
Ketua BPP Dorong Penguatan Sistem Penjaminan Mutu
Sementara itu, Ketua BPP UNUGIRI, Drs. H. Saifuddin Idris, M.M., menekankan pentingnya peningkatan mutu sebagai tuntutan utama perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi dituntut mutu. Dengan adanya permen baru ini, mari kita ikuti dan kita kupas bersama bagaimana sistem penjaminan mutu dijalankan, mulai dari luaran, proses, hingga tata kelola perguruan tinggi yang dikelola sebaik-baiknya, termasuk kesesuaian program dengan kompetensi yang mengacu pada sembilan kompetensi utama,” jelasnya.
BPP juga membuka peluang pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus sistem penjaminan mutu bagi sivitas akademika UNUGIRI.
Seminar ini dihadiri oleh unsur pimpinan di lingkungan UNUGIRI, antara lain BPP, jajaran rektorat, direktur direktorat, Direktur Pascasarjana, para dekan, kepala bidang, ketua dan sekretaris program studi, serta kepala pusat.
Narasumber Paparkan Perubahan Substansial Permendiktisaintek 39/2025
Seminar menghadirkan Prof. Dr. Lucianan Spica Almilia, S.E., M.Si., Fasilitator Wilayah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) LLDIKTI Wilayah VII, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Prof. Lucianan menjelaskan bahwa Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 membawa perubahan substansial yang perlu segera direspons oleh seluruh perguruan tinggi.
“Salah satu perubahan signifikan terletak pada penyesuaian struktur kurikulum, termasuk peralihan sistem dan standar yang sebelumnya mengacu pada regulasi lama. Perubahan tersebut mencakup pengaturan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS), standar capaian pembelajaran lulusan, serta mekanisme akreditasi program studi,” ujarnya.
Usai pelaksanaan seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu internal UNUGIRI Bojonegoro. RTM ini dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan Audit Mutu Internal (AMI), dengan tujuan menindaklanjuti hasil audit serta merumuskan langkah perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan di tingkat institusi maupun program studi.
Bojonegoro, Pada tanggal 2–3 Oktober 2025, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses akreditasi yang bertujuan untuk menilai kesesuaian antara dokumen kinerja program studi dan pelaksanaan tridharma di lapangan. Asesmen dilaksanakan selama dua hari dengan suasana akademik yang hangat dan penuh semangat kolaboratif. Tim asesor LAMDIK melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan resmi, verifikasi borang, telaah dokumen pendukung, wawancara dengan Direktur Pasca Sarjana, Kaprodi MPAI dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UNIGIRI hingga observasi langsung terhadap fasilitas akademik dan non-akademik.
Hari pertama diawali dengan acara pembukaan. Dalam acara tersebut Bapak Rektor M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I menyampaikan sambutan serta apresiasi atas kehadiran tim asesor. Dilanjut setelahnya AL klarifikasi dokumen, termasuk capaian pembelajaran lulusan, implementasi SPMI, pelaksanaan MBKM, serta capaian tridharma dosen dan mahasiswa. Tim asesor juga melakukan wawancara mendalam dengan dosen tetap, tenaga kependidikan, dan tim penjaminan mutu internal untuk menggali konsistensi antara dokumen dan pelaksanaan di lapangan. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang kuliah, laboratorium pembelajaran digital, perpustakaan, dan ruang pascasarjana. Selain itu, dilakukan pula focus group discussion (FGD) bersama mahasiswa, alumni, serta mitra sekolah dan madrasah. Dalam forum tersebut, asesor menanyakan relevansi kurikulum MPAI terhadap kebutuhan dunia kerja dan peran lulusan dalam pengembangan pendidikan Islam di masyarakat.
Para asesor memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan oleh Prodi MPAI UNUGIRI, seperti pemanfaatan Sistem Informati Managemen (SIM), peningkatan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa, serta pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis riset dengan integrasi nilai-nilai Islam. Mereka juga menilai positif komitmen prodi dalam menerapkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal. Meski demikian, tim asesor juga memberikan sejumlah catatan perbaikan, seperti perlunya penguatan tracer study alumni, peningkatan dampak riset terhadap masyarakat, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional untuk mendukung visi globalisasi prodi. Kegiatan ditutup dengan sesi penyampaian rekomendasi dan kesan dari asesor. Dan sebaliknya bapak Rektorpun menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan dan rekomendasi yang sangat berharga untuk peningkatan mutu ke depan. Sukses dan teruslah Berjaya Prodi MPAI UNUGIRI.
Bojonegoro, 5 Agustus 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja Tahun Anggaran 2024/2025 pada hari Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Ruang Meeting UNUGIRI. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka meninjau capaian program kerja serta menyusun langkah strategis untuk peningkatan kualitas tata kelola dan layanan perguruan tinggi.
Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUGIRI, beserta Wakil Rektor, serta perwakilan dari seluruh unit kerja di lingkungan universitas. Hadir pula seluruh pimpinan dan beberapa unit antara lain Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Direktorat Kelembagaan, Alumni dan Sumberdaya (KAS), Direktorat Akademik Kemahasiswaan dan Keagamaan (AKK), Direktorat bidang Umum, Keuangan dan teknologi (UKT) dan Direktorat Kerjasama Riset dan Inovasi (KRI), serta seluruh Fakultas dan Program Studi yang berada di bawah naungan UNUGIRI.
Masing-masing unit, mulai dari lembaga hingga program studi, diberikan kesempatan untuk memaparkan laporan kinerja selama satu tahun terakhir. Adapun Fakultas dan Program Studi yang terlibat dalam evaluasi ini meliputi:
Fakultas Tarbiyah dengan 3 Program Studi: PAI, PGMI, dan PIAUD
Fakultas Syariah dan Adab (FSA) dengan 3 Program Studi: HES, HKI, dan BSA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 4 Program Studi: PBI, PMTK, PJKR dan BK
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dengan 5 Program Studi: TI, SI, Statistika, TM dan SK
Program Pascasarjana dengan 2 Program Studi: Magister PAI dan Magister Hukum Keluarga Islam
Dalam sambutannya, Rektor UNUGIRI menekankan pentingnya evaluasi ini sebagai langkah konkret menuju peningkatan mutu dan akuntabilitas lembaga. “Evaluasi bukan sekadar formalitas, tetapi momentum untuk menyatukan langkah, merefleksi capaian, dan menetapkan target baru yang lebih progresif untuk mendukung visi besar UNUGIRI sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” tegas beliau.
Sesi evaluasi berlangsung secara partisipatif, disertai dengan diskusi dan masukan dari para pimpinan universitas. Evaluasi ini juga menjadi dasar untuk perumusan program kerja tahun berikutnya, termasuk penguatan indikator kinerja utama (IKU), capaian tridharma perguruan tinggi, serta kolaborasi dan sinergi antar unit.
Acara ditutup dengan penegasan kembali komitmen bersama seluruh civitas akademika UNUGIRI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan non-akademik demi kemajuan institusi dan kontribusi nyata kepada Masyarakat. (Red. Neha)
unugiri.ac.id Bojonegoro– Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Operasional (RENOP), dan Key Performance Indicator (KPI) bertempat di Ruang Smartclass Kampus UNUGIRI, Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan momentum untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat sinergi seluruh elemen struktural universitas dalam mencapai tujuan strategis UNUGIRI.
Acara ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh struktural UNUGIRI, mulai dari para Dekan, Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Bidang, Kepala Pusat, hingga Kepala Staf di lingkungan kampus. Turut hadir pula Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., beserta para Wakil Rektor, serta Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Drs. H. Saifuddin Idris, M.M.
Dalam wawancara singkat Tim Media & Publikasi dengan Kepala Pusat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UNUGIRI, Alif Yuanita Kartini, M.Si., ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari proses membangun kesadaran bersama terhadap arah pengembangan universitas.
“Sosialisasi RENSTRA, RENOP, dan KPI ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai rencana strategis universitas kepada seluruh pemangku kepentingan internal. Ini penting agar kita memiliki pemahaman yang sama tentang arah pengembangan institusi, sekaligus mendorong keterlibatan aktif semua pihak dalam pencapaian target-target universitas ke depan,” ujar Alif.
Ia juga menjelaskan bahwa sosialisasi ini mencakup pemahaman terhadap peran masing-masing unit kerja dalam mewujudkan indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan, baik dalam jangka pendek melalui RENOP maupun jangka panjang melalui RENSTRA. Menurutnya, keberhasilan universitas dalam mewujudkan visi dan misinya sangat bergantung pada sinergi dan partisipasi seluruh sivitas akademika.
Sementara itu, Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan fakultas, program studi, dan unit kerja yang hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi ini.
“Kita tidak mungkin mewujudkan universitas yang unggul dan berdampak tanpa adanya keselarasan visi dan kolaborasi antarelemen institusi. RENSTRA dan RENOP ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan kompas kita bersama dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi,” tutur Rektor.
Lebih lanjut, Rektor juga menekankan bahwa KPI harus dipahami sebagai alat pengukur kinerja yang memacu semangat perbaikan berkelanjutan, bukan sebagai beban administratif. Dirinya mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk menjadikan RENSTRA dan RENOP sebagai pedoman kerja harian yang terintegrasi dalam semua aktivitas kelembagaan.
Dalam pemaparan materi sosialisasi, dijelaskan bahwa:
RENSTRA memuat visi jangka panjang, misi, nilai-nilai dasar, dan tujuan strategis UNUGIRI.
RENOP adalah penjabaran operasional dari RENSTRA dalam jangka waktu lebih pendek, dengan rencana aksi nyata di tiap unit kerja.
KPI (Indikator Kinerja Utama) disusun sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur sejauh mana capaian dari setiap rencana operasional dan strategis tersebut berhasil dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, UNUGIRI menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, terukur, dan partisipatif. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong konsistensi implementasi program kerja di seluruh unit, dengan merujuk pada RENSTRA dan RENOP sebagai acuan utama dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan institusi ke depan. (Red. Yudi)
Surakarta, 16 Juli 2025 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melakukan kegiatan benchmarking ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan meningkatkan kualitas tata kelola di lingkungan UNUGIRI. Hal ini dilakukan tiada lain untuk menyiapkan misi kedepan UNUGIRI yaitu Wordl Class Univercity (WCU).
Rombongan LPM UNUGIRI dipimpin langsung oleh Ketua LPM, Dr. Saeful Anwar, M.Fil.I, bersama tim yang terdiri atas Kapus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Kapus Audit Mutu Internal (AMI), Kapus Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) serta staf nya. Kunjungan ini diterima secara resmi oleh Ketua LPPMP UNS, Prof. Dr. Sarwanto,S.Pd, M.Si., beserta jajaran manajemen mutu. Dalam sambutannya, Dr. Saeful Anwar, M.Fil.I, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar langsung dari salah satu perguruan tinggi negeri bersertifikat internasional dan telah menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal secara sistematis dan berkelanjutan.
“Kami ingin menggali praktik baik dari LPPMP UNS dalam hal tata kelola mutu, pelaksanaan AMI berbasis risiko, serta sistem informasi mutu terintegrasi yang sudah terbukti efektif” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Sarwanto,S.Pd, M.Si menjelaskan struktur dan strategi penjaminan mutu yang diterapkan di UNS, termasuk bagaimana LPPMP melakukan penguatan budaya mutu hingga ke level unit terkecil, serta inovasi-inovasi berbasis digital dalam pemantauan dan evaluasi mutu. Dalam sesi diskusi, tim LPM UNUGIRI mendapatkan banyak wawasan, seperti: Implementasi SPMI dan siklus PPEPP, Strategi AMI berbasis risiko dan keterkaitannya dengan rencana strategis UNS, Penggunaan aplikasi E-SPMI yang terintegrasi dengan SIAKAD UNS dan Peran LPPMP dalam mendampingi program studi menuju akreditasi unggul.
Melalui kegiatan ini, LPM UNUGIRI berharap dapat mengadopsi dan mengadaptasi praktik terbaik dari LPPMP UNS untuk diterapkan secara kontekstual di lingkungan UNUGIRI. Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung visi UNUGIRI menjadi perguruan tinggi unggul berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah menuju WCU. (Red. Neha)
Predikat tersebut merupakan hasil dari asesmen menyeluruh terhadap kinerja institusi, mulai dari tata kelola, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, hingga sistem penjaminan mutu internal.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Perguruan Tinggi Bermutu
Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur kampus yang telah bekerja keras dalam proses akreditasi ini.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif semua lini. Akreditasi ‘Baik Sekali’ tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, dan inovasi kampus secara berkelanjutan,” tuturnya.
Komitmen dan Kerja Keras Bersama
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UNUGIRI, Dr. Saeful Anwar, M.Fil.I., menekankan bahwa proses akreditasi ini adalah bagian dari refleksi atas praktik pendidikan yang selama ini dijalankan oleh institusi.
“Kami bersungguh-sungguh membangun sistem penjaminan mutu internal dan konsisten. Hasil ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus menyempurnakan sistem akademik dan manajerial,” jelasnya.
Dr. Saeful Anwar, M.Fil.I, menyampaikan bahwa capaian akreditasi ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun kampus yang unggul. Saeful juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Beliau juga menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan mutu di berbagai aspek agar UNUGIRI dapat meraih akreditasi Unggul pada periode berikutnya.
“Ini wujud komitmen bersama dalam membangun kampus yang unggul. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Selanjutnya, kita tingkatkan seluruh aspek mutu kampus untuk meraih akreditasi unggul pada periode berikutnya,” tegasnya. (Red. Yudi)